Ronny Pattinasarany Hidup untuk Sepak bola


Di dunia tentunya sudah kita kenal dari berbagai literatur sejarah di bangku sekolah. Tapi beda halnya dengan tokoh sepak bola. Walaupun mereka hanya pejuang lapangan, namun sama seperti halnya pejuang kemerdekaan. Semangat nasionalisme secara otomatis telah mereka tumbuhkan dalam olahraga yang paling digemari di dunia ini. Maka lihat saja euforia piala Asia di Indonesia Desember ini. Benar-benar membakar semangat nasionalisme masyarakat dari berbagai golongan.

Perjalanan sepak bola Indonesia seperti turun dari tebing. Sempat mengikuti piala dunia dengan nama Hindia Belanda pada 1938 di Paris. Menjadi salah satu kekuatan di Asia pada dekade 70-an, Hingga saat ini; 19 tahun tanpa gelar juara.

Menyibak perjalanan tokoh-tokoh sepak bola negeri ini, tampaknya kita tak bisa lepas dari pria yang diberi julukan "si kurus" ini. Seorang anak berdarah Makassar yang terpilih menjadi Asia All Star pada 1982, sekaligus kapten pertama Indonesia yang bisa membawa Timnas mendapatkan medali perunggu di SEA Games dua kali berturut-turut.

Perjalanan Hidup "Si Kurus"

Sejak kecil, Ronny Pattinasarani ingin sekali menjadi seorang pesepakbola. Darah untuk menendang bola memang ia dapatkan dari ayahnya, Nus Pattinassarany yang juga merupakan pemain sebelum era kemerdekaan.

Sebenarnya karir Ronny sebagai pemain profesional agak telat. Ia baru bergabung dengan PSM Makassar pada umur 23 tahun. Dan ia mendapatkan tempat di tim senior PSM pada umur 25 tahun.

Talentanya sebagai pemain baru terlihat saat ia hijrah ke klub Galatama, yaitu Wala Agung. Di sanalah ia dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia dan meraih beberapa gelar.

Pada umur 33 tahun "Si Kurus" memutuskan untuk pensiun menjadi pemain. Tapi karena tidak bisa lepas dari dunia sepakbola, Ronny akhirnya memutuskan untuk menjadi pelatih. Ia sempat melatih Persija Jakarta, Gresik United, Persiba Balikpapan dan beberapa klub lain. Sayang, karir kepelatihannya tidak secemerlang ketika ia menjadi pemain.

Setelah beberapa tahun berhenti menjadi pelatih, pada 2006 Mantan Libero tangguh ini kembali ke dunia yang membesarkannya. Kali ini ia masuk PSSI dan menjadi bagian dalam pengembangan pemain usia muda. Ronny merupakan salah satu orang yang konsisten dengan pembinaan sepakbola sejak usia dini.

Pada Awal 2008, Ronny akhirnya meninggal. Ronny kalah oleh penyakit kanker hati yang dideritanya sejak 2007.

Otobiografi "Si Kurus"

Ronny terlahir sebagai pemimpin, begitulah julukan teman-teman seperjuangannnya di timnas. Bahkan, pada saat jadi kapten Ronny tidak segan-segan membela pemain muda sekali pun.

"Si Kurus" juga terkenal cukup vocal dan lugas. Ia tidak segan-segan berbicara lantang pada PSSI sekali pun. Pada saat jadi pemain, ia sempat bersitegang dengan Ali Sadikin, ketua PSSI saat itu. Layaknya seoranggentleman, Ronny selalu menujukan sikap sebagai seorang pria sejati.

Hal yang paling luar biasa adalah pada saat Ronny memutuskan untuk berhenti dari dunia sepakbola karena Anaknya. Kedua anak Ronny sempat terjerat Narkoba, dan ia harus memilih. "Saya dihadapkan dua pilihan yang sangat sulit, sepak bola atau anak. Saya akhirnya memutuskan meninggalkan sepakbola meski saat itu tidak tahu apa yang akan saya lakukan," papar Ronny

Akhirnya, karena kegigihan Ronny memberikan support berhasil membawa anaknya keluar dari jeratan Narkoba. Atas keberhasilannya tersebut, Ronny menerbitkan buku yang berjudul: "Dan Anakku Sembuh dari Ketergantungan Narkoba"



Ronny memang seorang pria sejati baik di luar maupun dalam lapangan. Meskipun hidupnya berat, namun ia tetap gigih dan semangat untuk mengejar mimpinya. Seperti judul buku otobiografinya, "Dan Saya pun Telah Menyelesaikan Pertandingan Ini", Ronny telah memenangkan pertandingan hidupnya dengan baik.

Jika Ronny masih hidup, pasti ia akan miris melihat keadaan sepakbola kita 2 tahun ke belakang. Semoga saja PSSI bisa sadar diri. Hidup Sepakbola Indonesia!

11 komentar:

alkatro zone mengatakan...

beliau memang orang yang hebat,
semoga masih ada orang di pssi yang sehebat alm. Pak Ronny
makasih sharenya kawan :)

Merliza mengatakan...

kebetuan saya kurang mengenal dengan baik tokoh satu ini, ya karena saya gak gitu suka bola, plus... ini tokoh lawas juga bukan?!? :p

Teras Info mengatakan...

Jujur saja, saya baru tau tentang Alm. Pak Ronny ini,..
Dulu, Indonesia berhasil masuk piala dunia, sekarang....lain lagi..

Turunkan Nurdin...

NanSite mengatakan...

Mungkin, kalau Alm. Ronnya masih hidup,...
Nurdin bakal di tendang dari PSSI... :P

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Andai saja ada penerus yang PSSI yang kayak bang Ronny.... Nurdi Jahit turun...!!! salam kenal ya sob

ash mengatakan...

ah.. baru dengar tentang beliau,
terima kasih sudah berbagi :)

Madhek.com mengatakan...

Aku setuju banget .... mudah2han kisruh ditubuh PSSI segera selesai! ... Bravo sepak bola indonesia.

Herdoni Wahyono mengatakan...

Namanya amat dikenal di dunia sepakbola Indonesia pada masanya. Dunia sepakbola menjadi bagian hidupnya. Kisah hidup ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi orang lain. Semoga sepakbola Indonesia semakin maju dan jaya dapat berkibar di di kancah Asia dan dunia.

Nova Miladyarti mengatakan...

wah, keren. suskses terus ya pak, dan terus berkarya:)

DewiFatma mengatakan...

Pencerahan nih, selama ini cuman tau tentang Ronny dari sebuah lagu P Project. :D

Semoga PSSI segera sembuh dari penyakit-penyakit yang nempel ditubuhnya.

tomi mengatakan...

ia. stuju mas.. coba bang ronny masih hidup.,. pasti PSSI g kayak sekarang ini..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...